Selain mengejar pembangunan infrastruktur, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0316/Batam membekali pelajar dengan pemahaman hukum agar lebih disiplin, bijak dalam pergaulan, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan.
BATAM — Pembangunan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0316/Batam tidak hanya terlihat dari aktivitas pembangunan jalan dan infrastruktur di wilayah Mangsang, Batam. Di balik pekerjaan fisik tersebut, ada upaya lain yang tak kalah penting, yakni membangun kesadaran dan karakter generasi muda.
Hal itu terlihat melalui kegiatan penyuluhan hukum yang digelar bagi pelajar SMA Negeri 16 Mangsang, Kelurahan Sungai Beduk, Batam, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD tersebut menghadirkan personel Unit Pembinaan Pelajar Polresta Barelang, yakni Kanit Pembina Pelajar Aiptu Indra Saputra dan Bripka Chintya Wardani.
Sejak penyuluhan dimulai, para pelajar terlihat antusias mengikuti materi yang diberikan. Mereka menyimak penjelasan, mengikuti dialog, serta mendapatkan kesempatan memahami berbagai persoalan hukum yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Penyuluhan pun tidak berlangsung satu arah. Materi dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan dunia pelajar, sehingga pesan mengenai pentingnya menaati aturan lebih mudah dipahami.
Pelajar Tak Hanya Mendengar, tetapi Diajak Berpikir
Aiptu Indra Saputra mengajak para siswa memahami bahwa kesadaran terhadap hukum tidak cukup hanya dengan mengetahui mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Lebih dari itu, pelajar perlu memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan setiap tindakan dan memahami konsekuensi dari keputusan yang diambil.
Menurut dia, masa sekolah merupakan fase penting dalam membentuk karakter. Karena itu, kebiasaan disiplin, menghormati guru, menaati tata tertib dan menjaga hubungan baik dengan teman merupakan bagian dari proses membangun pribadi yang bertanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan agar para siswa tidak mudah terbawa lingkungan maupun ajakan yang dapat menjerumuskan mereka pada persoalan hukum.
“Pelajar harus memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Karena itu, jangan mudah mengikuti ajakan yang dapat membawa kepada pelanggaran hukum. Jadilah generasi yang disiplin, bertanggung jawab dan mampu memilih pergaulan yang positif,” kata Aiptu Indra Saputra.
Suasana penyuluhan semakin hidup ketika materi dikaitkan dengan pengalaman yang mungkin ditemui pelajar dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu membuat penyampaian materi tidak terasa sebagai ceramah semata. Para siswa diajak melihat persoalan hukum dari sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.
Dunia Digital Juga Menjadi Perhatian
Selain persoalan pergaulan dan kepatuhan terhadap aturan, para pelajar juga mendapat pengingat mengenai penggunaan media sosial.
Bripka Chintya Wardani meminta siswa lebih berhati-hati ketika beraktivitas di ruang digital. Media sosial, kata dia, dapat menjadi sarana positif apabila digunakan secara bertanggung jawab.
Sebaliknya, unggahan, komentar maupun penyebaran informasi yang dilakukan tanpa pertimbangan dapat menimbulkan persoalan bagi diri sendiri maupun orang lain.
“Gunakan media sosial secara bijak. Jangan sampai sesuatu yang dianggap sebagai candaan justru menimbulkan persoalan bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar Bripka Chintya.
Para pelajar juga diajak tidak mudah mempercayai informasi yang belum diketahui kebenarannya. Sikap kritis diperlukan agar mereka tidak ikut menyebarkan informasi yang dapat merugikan orang lain.
Pesan itu menjadi semakin relevan di tengah kehidupan generasi muda yang tidak lepas dari penggunaan telepon pintar dan media sosial.
Antusias Pelajar Jadi Bagian Penting Sasaran Nonfisik
Antusiasme para siswa mengikuti penyuluhan menjadi bagian penting dari pelaksanaan sasaran nonfisik TMMD ke-130.
Jika sasaran fisik diarahkan untuk menghadirkan perubahan yang dapat langsung dirasakan masyarakat, sasaran nonfisik menyasar perubahan yang lebih panjang—yakni pengetahuan, pola pikir dan karakter.
Melalui kegiatan tersebut, Satgas TMMD bersama unsur terkait berupaya memastikan kehadiran program TMMD tidak hanya dirasakan melalui pembangunan infrastruktur.
Pelajar sebagai bagian dari masyarakat juga mendapatkan ruang untuk memperoleh pengetahuan dan pembekalan yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan mereka.
Bagi para siswa SMA Negeri 16 Mangsang, penyuluhan hukum menjadi kesempatan untuk memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi.
Mereka tidak hanya diajak mengetahui aturan, tetapi juga didorong untuk berani memilih tindakan yang benar ketika menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan sekitar.
Membangun Jalan Sekaligus Membangun Masa Depan
Pelaksanaan TMMD ke-130 memperlihatkan bahwa pembangunan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membangun infrastruktur.
Jalan yang dibangun memang akan menjadi akses bagi masyarakat. Namun, pengetahuan yang diberikan kepada generasi muda diharapkan menjadi bekal yang dapat mereka bawa jauh lebih lama.
Karena itu, pembangunan fisik dan nonfisik berjalan beriringan dalam program TMMD ke-130.
Di satu sisi, Satgas bekerja bersama masyarakat menyelesaikan pembangunan. Di sisi lain, mereka turut mendorong tumbuhnya kesadaran hukum, kedisiplinan dan tanggung jawab di kalangan generasi muda.
Dari ruang sekolah di Mangsang, pesan pembangunan itu pun diarahkan kepada masa depan: bahwa membangun daerah bukan hanya tentang menghadirkan jalan yang lebih baik, tetapi juga menyiapkan generasi yang mampu menjaga, mengisi dan melanjutkan hasil pembangunan tersebut.
Antusiasme para pelajar SMA Negeri 16 Mangsang mengikuti penyuluhan menjadi salah satu gambaran bahwa sasaran nonfisik TMMD memiliki ruang penting dalam membangun masyarakat.
Sebab, pembangunan yang sesungguhnya tidak hanya meninggalkan perubahan pada lingkungan, tetapi juga meninggalkan pengetahuan, kesadaran dan nilai-nilai positif bagi generasi yang akan meneruskan masa depan.














